Puisi sedih merintih
Wasiat pada anak cucuku
Puisi ini menggambarkan isi hati orang tua yang hampir mati,dan
mengharapkan berkumpulnya anak cucu, selama ini karena kesibukan
masing-masing sehingga tak bisa merawat dan membahagiakanya
Selamat membaca .semoga ada hikmahnya.
Di kala mentari bersinar
Menerangi alam nan segar
Semua kehidupan hingar
Dan terlihat bingar
Namun smua tak berlaku padaku
Mentariku adalah anak cucuku
Yang telah melupakanku
Di ambang kelopak menutup mataku
Wahai anak cucuku
Yang tak buta warna akan derita
Kini aku meregang nyawa
Tapi engkau terdiam bahasa
wahai anak cucuku
Yang kaya akan tatakrama
Kini aku meminta menghiba
Akan darma bakti pada orang tua
Wahai anak cucuku
Yang luhur akan budi pekerti
Ku harap kau mengerti
Sebelum nyawa ini pergi
Wahai anak cucuku
Yang pandai merangkai basa
kuharap kau bersedia
Mengubur jasad yang tiada nyawa
Wahai anak cucuku
Yang miskin akan noda
Kemohon yang terakir kalinya
Tancapkan pohon kamboja
Diatas pusaran batu nisanku
Sebagai ganti hilangnya namaku
Dikala engkau sibuk akan urusanmu
Kau lupa akan kuburanku
Namun aku tetap berdoa
Pada yang maha kuasa
Bagi anak cucuku smua
Diberi rizqi kelimpahan harta
Pesan suara hati terdalam
Wednesday, February 20, 2013
Tuesday, February 19, 2013
Puisi Nenek mana anak cucuku
![]() |
Puisi Nenek |
Mana anak cucuku
Puisi ini menceritakan suara hati orang tua yang telah lanjut usia
yang diabaikan anak cucunya atas perawatan serta kenyamananya karena
telah tidak adanya harta.inilah selengkapnya.
Sang surya mereda di makan
Cakrawala
Bak usia senja di kala tua
Namun waktu adalah roda dunia
Hari-hari trasa semakin lama
Surya senja di masa tua
Terasa hina dikala meminta
Tanpa harta mahkota tiada
Tak sebanding tatkala raja
di kala muda bergelimang harta
wahai putraku yang perkasa
Kemana kini kau berada
Setiap hari aku menunggu
Kehadiran atas dirimu
katamu engkau sibuk melulu
Wahai putriku aku merindukanmu
Kenapa engkau enggan datang
Aku tak mengharapkan jajanan
Apalagi barang bawaan
Yang kutunggu hanyalah dirimu
Wahai cucuku yang periang
Engkaupun tak ada yang datang
Menjengukku imbalan belas kasihan
karena kini tiada lagi
uang saku yang kauharapkan
Wahai para cicit putranya cucuku
Aku kangen tingkah lucumu
Seakan menambah hidup baru
Dalam hidup yang telah pilu
namun harapan hanyalah harapan
Di hari senja semakin merana
anak cucuku pada kemana
Kini aku slalu menunggu
Kedatanganmu nan ku tunggu
Semoga terbuka pintu hatimu
Wahai para anak cucuku
Sempatkanlah waktumu
Sebelum tertutup kelopak mataku
Saturday, February 9, 2013
PUISI LAGU TENGAH MALAM
PUISI LAGU TENGAH MALAM
Jangan menolak,
bila aku datang dengan tangan luka berdarah dan membawa
cempaka putih tak meresahkan penyap dari hidupku tapi
melambungkan lagu cemara menderu di bawah kabut bulan
yang berlarian sepanjang jalanku ke mana aku bakal tiba
Musim kemarau,
adalah perempuan yang bikin segala malam bagiku kelam tapi
lepas dari lukanya dan lukaku kunyanyikan dalam tiupan angin
sedap yang jauh
Siapakah yang mengencana dalam cuaca gemitang di ruang
pesta dan berdansa jiwamu yang hilang dalam tikam sedu
tak punya tempat tinggal yang abadi
Aku sudah
berjalan jauh tak kutemui tempat teduhnya sekalipun sambil
kusenandungkan Rubayat menyusuri pantai Sanur melemparkan
kejemuan dan sepi itu ke pasir dan batu karang
Perempuan ! Itu darah salju dari Tuhan
jangan menolak bila aku datang mengetuk pintu kamar atau
meloncat lewat jendela dan menjatuhkan diri ke ranjang
bagai kucing nanar
Perempuan ! Itu anggur merah di tangan
siapa bisa melambung ke laut membantai ke pasir dan
menjatuhkan nestapanya yang lembut aku bikin ia kemilau
bagai intan
Jangan menolak,
bukakan aku pintu peluk dekap dan kucup dagingku semua dan
sebisa kau dengan baik sedang bagiku hanya bisa lelerkan
rusuhku ini di ranjang kelabu sedang tubuhku hitam seperti
anjing laut yang kaku
Jangan menolak,
bila aku datang dengan tangan luka berdarah dan membawa
cempaka putih tak meresahkan penyap dari hidupku tapi
melambungkan lagu cemara menderu di bawah kabut bulan
yang berlarian sepanjang jalanku ke mana aku bakal tiba
Musim kemarau,
adalah perempuan yang bikin segala malam bagiku kelam tapi
lepas dari lukanya dan lukaku kunyanyikan dalam tiupan angin
sedap yang jauh
Siapakah yang mengencana dalam cuaca gemitang di ruang
pesta dan berdansa jiwamu yang hilang dalam tikam sedu
tak punya tempat tinggal yang abadi
Aku sudah
berjalan jauh tak kutemui tempat teduhnya sekalipun sambil
kusenandungkan Rubayat menyusuri pantai Sanur melemparkan
kejemuan dan sepi itu ke pasir dan batu karang
Perempuan ! Itu darah salju dari Tuhan
jangan menolak bila aku datang mengetuk pintu kamar atau
meloncat lewat jendela dan menjatuhkan diri ke ranjang
bagai kucing nanar
Perempuan ! Itu anggur merah di tangan
siapa bisa melambung ke laut membantai ke pasir dan
menjatuhkan nestapanya yang lembut aku bikin ia kemilau
bagai intan
Jangan menolak,
bukakan aku pintu peluk dekap dan kucup dagingku semua dan
sebisa kau dengan baik sedang bagiku hanya bisa lelerkan
rusuhku ini di ranjang kelabu sedang tubuhku hitam seperti
anjing laut yang kaku
![]() |
PUISI RINDU |
Puisi Kenangan Pantai Sanur Bali
Puisi Kenangan Pantai Sanur Bali - puisi ini menggambarkan kenangan yang mendalam terkait tempat wisata sanur bali .
POTRET PANJANG SEORANG PENGUNJUNG PANTAI SANUR
Ini sebuah musik
Untukmu dan untukku
Untuk pengunjung hari minggu
Di ombak, di nyiur, di pasir panas
Dan suhu tropika
yang robek dan terbakar
Sebab belum muncul anak-anak nelayan
mencari tripang dan kerang tua
Pada malam harinya mereka bermimpi
tentang kamar hotel dan sisa makanan
buat si kucing
sudah kau siapkan
kail panjang
kalung mainan
dari bantuan ?
malam panjang yang sepi
malam tadi
terasa ditiup angin pagi
segelas es dihidangkan
pada meja-meja berpayung
minuman keras buat si kulit putih
dan malaikat-malaikat ini seperti rokh suci
yang dilemparkan keriuhan tekhnologi
dikenalnya selusin sistem kehidupan
dan kau tambah tak yakin akan pilsafat
begitu kata Hegel
begitu kata Nietzche
begitu kata Tylor
sungguh !
kau tambah muda
mainan apa yang sekarang kau pegang ?
mainan apa dan bayangan yang mana yang kini yang kau pandang ?
tidak menoleh
tidak bicara
dan bicara untuk apa
segumpal pasir seakan jatuh
dari risik daun nyiur
hotel modern bertingkat sepuluh
untukmu dan untukmu
untuk pengunjung hari minggu
yang kesepian
kamar-kamar yang antik
di atas pantai
dan aku lari dari kenangan dan kenyataan
serta impian dan hari tua
serta patung-patung kayu
Bali yang tenang
menguap seperti orang bangun tidur
dan mennghempaskan diri ke pasir
bagai ikan duyung
di ranjang pengantin
di Sanur
Belum ada tanda
bahwa mereka akan bertelanjang bulat
atau pakai b.h. dan bikini saja
seperti nelayan-nelayan Madura
yang menelan cahaya matahari
di atas perahu-perahu yang kencang
layar mereka terbuka
seperti pintu-pintu kaca
berkilauan
tunggu aku ! Dari tingkah peradaban
bintang film dan salon kecantikan
kandang babi dan kitab suci
Rusia tertelungkup di bawah telapaknya
Dan Cina serta Amerika
Israel di bawah kaki mereka
tunggu aku ! Jangan pergi sendiri
orang asing di tanah airnya sendiri
dengan sebilah belati, sendiri
di ikat pinggang yang longgar
dan tak mencari inspirasi
lagu haus di piringan hitam
menggema dan tenggelam
dalam rawa-rawa pohon bakau
dan naik ke balkon
Ya ! ya . . . Ini musim kemarau
aku kenal istialahnya, tidak asing
tapi menjemukan
aku kenal bunyinya, tidak asing
tapi membosankan
Gamelan Bali ini
Tari-tarian gadis-gadis ini
Turis-turis ini
Aku dan kau
para nelayan
relief yang terpampang pada dinding hotel
dan kesunyian yang membakar
wiski dingin dan bistik kental
aku kenal baunya, tidag asing
maka aku melekukkan bibirku
dan berkata padamu ;
Ya ! ya . . . . . Ini sebuah musik
sebuah saja
Pengunjung-pengunjung hari Minggu hari ini
akan terlambat pulang
nelayan hilang
penyair tak mencari inspirasi
dan ombak yang membujuk-bujuk engkau
akan parau
aku kenal, tidak asing suaranya
meskipun tak pernah bersama nelayan
aku kenal . . . . . . . .
POTRET PANJANG SEORANG PENGUNJUNG PANTAI SANUR
Ini sebuah musik
Untukmu dan untukku
Untuk pengunjung hari minggu
Di ombak, di nyiur, di pasir panas
Dan suhu tropika
yang robek dan terbakar
Sebab belum muncul anak-anak nelayan
mencari tripang dan kerang tua
Pada malam harinya mereka bermimpi
tentang kamar hotel dan sisa makanan
buat si kucing
sudah kau siapkan
kail panjang
kalung mainan
dari bantuan ?
malam panjang yang sepi
malam tadi
terasa ditiup angin pagi
segelas es dihidangkan
pada meja-meja berpayung
minuman keras buat si kulit putih
dan malaikat-malaikat ini seperti rokh suci
yang dilemparkan keriuhan tekhnologi
dikenalnya selusin sistem kehidupan
dan kau tambah tak yakin akan pilsafat
begitu kata Hegel
begitu kata Nietzche
begitu kata Tylor
sungguh !
kau tambah muda
mainan apa yang sekarang kau pegang ?
mainan apa dan bayangan yang mana yang kini yang kau pandang ?
tidak menoleh
tidak bicara
dan bicara untuk apa
segumpal pasir seakan jatuh
dari risik daun nyiur
hotel modern bertingkat sepuluh
untukmu dan untukmu
untuk pengunjung hari minggu
yang kesepian
kamar-kamar yang antik
di atas pantai
dan aku lari dari kenangan dan kenyataan
serta impian dan hari tua
serta patung-patung kayu
Bali yang tenang
menguap seperti orang bangun tidur
dan mennghempaskan diri ke pasir
bagai ikan duyung
di ranjang pengantin
di Sanur
Belum ada tanda
bahwa mereka akan bertelanjang bulat
atau pakai b.h. dan bikini saja
seperti nelayan-nelayan Madura
yang menelan cahaya matahari
di atas perahu-perahu yang kencang
layar mereka terbuka
seperti pintu-pintu kaca
berkilauan
tunggu aku ! Dari tingkah peradaban
bintang film dan salon kecantikan
kandang babi dan kitab suci
Rusia tertelungkup di bawah telapaknya
Dan Cina serta Amerika
Israel di bawah kaki mereka
tunggu aku ! Jangan pergi sendiri
orang asing di tanah airnya sendiri
dengan sebilah belati, sendiri
di ikat pinggang yang longgar
dan tak mencari inspirasi
lagu haus di piringan hitam
menggema dan tenggelam
dalam rawa-rawa pohon bakau
dan naik ke balkon
Ya ! ya . . . Ini musim kemarau
aku kenal istialahnya, tidak asing
tapi menjemukan
aku kenal bunyinya, tidak asing
tapi membosankan
Gamelan Bali ini
Tari-tarian gadis-gadis ini
Turis-turis ini
Aku dan kau
para nelayan
relief yang terpampang pada dinding hotel
dan kesunyian yang membakar
wiski dingin dan bistik kental
aku kenal baunya, tidag asing
maka aku melekukkan bibirku
dan berkata padamu ;
Ya ! ya . . . . . Ini sebuah musik
sebuah saja
Pengunjung-pengunjung hari Minggu hari ini
akan terlambat pulang
nelayan hilang
penyair tak mencari inspirasi
dan ombak yang membujuk-bujuk engkau
akan parau
aku kenal, tidak asing suaranya
meskipun tak pernah bersama nelayan
aku kenal . . . . . . . .
![]() |
puisi cinta rindu dan kehampaan |
Puisi Musim Gugur Di Hongkong
Puisi Musim Gugur Di Hongkong
Di venus, kata Giok : ada musim gugur
Rebah. Dan di Hongkong pada malam musim panas ini
Pohon-pohon persik mencapai batas bayang-bayang kelambu hotel
dan ia ingin pula kepadamu, membacakan berita
perjalanan Nixon ke Peking, atau
mendengarkan Bob Dylan berenang
antara senja yang megah
dengan lampu-lampu neon, angin malam
mulai membersihkan pelabuhan
rambutnya kusut dan angin mengeraikannya
pada langsai jemdela. Peluit kapal bergerak
dengan ekspres malam yang berangkat ke Utara
tapi aku tak tahu benar
mangapa angkasa begitu bergetar
ketika sejumlah pemuda menyanyikan untukku
perang Vietnam, Bangla Desh . . . . . .
sejumlah pemuda dengan wajah yang berkata dan mengatakan
tentang Sinanthropus Pekinensis
yang binasa
di Venus, kata Giok : ada musim gugur
robah. Di Hongkong, Tokyo, Saigon, Dacca, Tel Aviv, Jakarta
para diplomat meninggalkan meja perundingan
aku mendengarkan Bob Dylan
dan meneguk minuman kerasku
tak tahu
Di venus, kata Giok : ada musim gugur
Rebah. Dan di Hongkong pada malam musim panas ini
Pohon-pohon persik mencapai batas bayang-bayang kelambu hotel
dan ia ingin pula kepadamu, membacakan berita
perjalanan Nixon ke Peking, atau
mendengarkan Bob Dylan berenang
antara senja yang megah
dengan lampu-lampu neon, angin malam
mulai membersihkan pelabuhan
![]() |
Puisi Rindu Kekasih |
rambutnya kusut dan angin mengeraikannya
pada langsai jemdela. Peluit kapal bergerak
dengan ekspres malam yang berangkat ke Utara
tapi aku tak tahu benar
mangapa angkasa begitu bergetar
ketika sejumlah pemuda menyanyikan untukku
perang Vietnam, Bangla Desh . . . . . .
sejumlah pemuda dengan wajah yang berkata dan mengatakan
tentang Sinanthropus Pekinensis
yang binasa
di Venus, kata Giok : ada musim gugur
robah. Di Hongkong, Tokyo, Saigon, Dacca, Tel Aviv, Jakarta
para diplomat meninggalkan meja perundingan
aku mendengarkan Bob Dylan
dan meneguk minuman kerasku
tak tahu
- Puisi Meditasi Kesehatan
- Puisi Perjuangan Anak Desa
- Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014
- Puisi Kecap Bango
- Puisi Bidadari Linglung
- Puisi Pahlawan Malam Bingung
- Puisi Islami Mi'raj
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
Puisi Meditasi Kesehatan
Puisi Meditasi Kesehatan Ini Cukup bagus untuk memberi dorongan pada kita semua yang sedang di rundung stres , dengan meditasi mungkin hati kita bisa sedikit tenang , selamat baca puisi meditasi ini .
M E D I T A S I
Diam-diam aku akan berangkat
Pergi
Ataukah kau lagi membaca koran, nonton televisi
Ataukah kau lagi tidur dengan mimpi
Melancong ke beyrut, Roma, benua Atlantik
Sebuah restoran di Salemba kutinggalkan
Dengan tergesa-gesa
Selagi si amoy membaca komik
Dan di penjara orang-orang memperdebatkan hukum
Dan hukum tidak diperdebatkan lagi
di kantor depertemen kehakiman
Ataukah kau lagi sibuk dengan urusan jabatanmu
Ataukah kau lagi mendengar Emilia Contessa
Sebuah bintang jatuh dalam udara basah lembut
Dan mereka bagitu pelahan bicara
tentang demonstrasi mahasiswa
ketika seorang intelejen lewat
dan tak mendapatkan info-info yang jelas
Tapi aku begitu asyik dengan Gina Lolllobrigida-ku
seakan memainkan skandal seks menteri sosial dan kebudayaan
di Megaria. Tapi kepada siapa, untuk apa
dan bagaimana aku harus berkata
dengan kata-kata
tiba- tiba aku tak mendapatkan kalimat yang tepat
Adam Malik lagi ke Moskow
dan aku lupa bahwa Sukarno telah mati
di ujung encok
Ataukah kau lagi bercakap-cakap
Ataukah kau lagi mengangankan
Dapat membangun sebuah villa di Puncak
Diam-diam aku akan berangkat
Pergi
Kesepian menggelinding di udara basah lembut
sewaktu seseorang
bunuh diri
di mulut gang
dan melancong ke sorga
sendirian
M E D I T A S I
Diam-diam aku akan berangkat
Pergi
Ataukah kau lagi membaca koran, nonton televisi
Ataukah kau lagi tidur dengan mimpi
Melancong ke beyrut, Roma, benua Atlantik
Sebuah restoran di Salemba kutinggalkan
Dengan tergesa-gesa
Selagi si amoy membaca komik
Dan di penjara orang-orang memperdebatkan hukum
Dan hukum tidak diperdebatkan lagi
di kantor depertemen kehakiman
![]() |
puisi rindu mati |
Ataukah kau lagi sibuk dengan urusan jabatanmu
Ataukah kau lagi mendengar Emilia Contessa
Sebuah bintang jatuh dalam udara basah lembut
Dan mereka bagitu pelahan bicara
tentang demonstrasi mahasiswa
ketika seorang intelejen lewat
dan tak mendapatkan info-info yang jelas
Tapi aku begitu asyik dengan Gina Lolllobrigida-ku
seakan memainkan skandal seks menteri sosial dan kebudayaan
di Megaria. Tapi kepada siapa, untuk apa
dan bagaimana aku harus berkata
dengan kata-kata
tiba- tiba aku tak mendapatkan kalimat yang tepat
Adam Malik lagi ke Moskow
dan aku lupa bahwa Sukarno telah mati
di ujung encok
Ataukah kau lagi bercakap-cakap
Ataukah kau lagi mengangankan
Dapat membangun sebuah villa di Puncak
Diam-diam aku akan berangkat
Pergi
Kesepian menggelinding di udara basah lembut
sewaktu seseorang
bunuh diri
di mulut gang
dan melancong ke sorga
sendirian
- Puisi Perjuangan Anak Desa
- Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014
- Puisi Kecap Bango
- Puisi Bidadari Linglung
- Puisi Pahlawan Malam Bingung
- Puisi Islami Mi'raj
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Meditasi Kesehatan
Puisi Perjuangan Anak Desa
Puisi Perjuangan Anak Desa - puisi ini menggambarkan tentang perjalanan hidup anak desa yang ingin merubah nasibnya dengan cara mencari kerja ke kota.
Pagi hening
Kesepian menyelimuti sukma
Tiupan angin menusuk tulangku
Kesejukan kian terasa
Daun melambai lambai
Sebagai ucapan selamat tinggal
Meninggalkan desa tercinta
Desa di mana aku di lahirkan
Ku coba tetap melangkah
Bagai gemelegar seluruh alam
Terasa berat hatiku meninggalkan
Air mata jatuh berlinangan
Aku harus kuat
Aku harus semangat
Aku akan berjuang
Mencari uang
Untuk meneruskan sisi hidupku
Walau tekanan batin terasa
Menembus ranjau berbisa
Penuh noda dan dosa
Namun ....
Semangatku tidak bole luntur
Bahkan
Jiwa ini terbakar menyala
Pengorbananku
OPTIMIS berani Proaktif prinsipku
Pertolongan Tuhan selalu aku harapkan
Aku yakin pasti aku menang
Dalam perjuangan ini
Pagi hening
Kesepian menyelimuti sukma
Tiupan angin menusuk tulangku
Kesejukan kian terasa
Daun melambai lambai
Sebagai ucapan selamat tinggal
Meninggalkan desa tercinta
Desa di mana aku di lahirkan
Ku coba tetap melangkah
Bagai gemelegar seluruh alam
Terasa berat hatiku meninggalkan
Air mata jatuh berlinangan
![]() |
pusi rindu pacar |
Aku harus kuat
Aku harus semangat
Aku akan berjuang
Mencari uang
Untuk meneruskan sisi hidupku
Walau tekanan batin terasa
Menembus ranjau berbisa
Penuh noda dan dosa
Namun ....
Semangatku tidak bole luntur
Bahkan
Jiwa ini terbakar menyala
Pengorbananku
OPTIMIS berani Proaktif prinsipku
Pertolongan Tuhan selalu aku harapkan
Aku yakin pasti aku menang
Dalam perjuangan ini
- Puisi Perjuangan Anak Desa
- Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014
- Puisi Kecap Bango
- Puisi Bidadari Linglung
- Puisi Pahlawan Malam Bingung
- Puisi Islami Mi'raj
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
Friday, February 8, 2013
Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014
Puisi 10 Partai Peserta Pemilu 2014 - Waktu masih kecil saya hafal lagu pemilu ( pemilihan umum ) , pada saat itu saya belum memiliki hak pilih tapi saya di ajak keliling keliling untuk konvoi bersama teman teman , dapat kaos, dapat bendera dapat ikat kepala, senang rasanya , apalagi setiap hari ganti ganti jadwalnya , hari ini kampaye partai ini hari ini parti itu dan selanjutnya, suara motor di buat keras keras dan lain sebagainya, ada pertunjukan dangdut dan lainya , terus ada orang pidato di sambut tepuk tangan yang meriah , sebentar lagi negara kita akan menghadapi pemilihan umum mudah mudahan sukses , dengan lancar tanpa ada masalah apapun , amin..... ini lirik lagu pemilu pemilihan umum yang saya hapal saat itu , ayo nyanyi bersama.
Pemilihan umum telah memanggil kita
Seluruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi pancasila
Hikmah indonesia merdeka
Pilihlah wakilmu yang dapat di percaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah undang-undang dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum
10 Partai Peserta Pemilu 2014
![]() |
KPU.GO.ID 10 PARTAI PEMILU 2014 |
Puisi Kecap Bango
Puisi Kecap Bango - ini adalah puisi mengambil topik dari merk makanan dan minuman , sengaja membuat puisi seperti ini dengan alasan , mendekatkan kata pada realitas supaya antara perasaan dan kenyataan bisa seiring sejalan dan bukan sebatas angan angan , menurutku membuat puisi dengan topik makanan dan minuman juga mengasyikan , siapa tahu puisi merk makanan bisa menggugah selera makan dan bisa menjadi acuan untuk mulai hidup sehat di mulai dari cara makan dan minum dengan cara sehat . Puisi Kecap Bango kali ini menjadi puisi pertama yang membahas tentang makanan dan minuman .
Bango bukan saja nama burung
Bango merk kecap turun-temurun
1928 Kecap bango di bangun
Dengan dasar tradisi
Sepenuh hati
Memberikan kualitas tinggi
Terlahirlah produk kecap
Bukan sekedar menjadikan nimatnya masakan
Tapi juga membanggakan dan membahagiakan indonesia .
Terbuat dari 4 bahan pilihan bermutu
Kacang kedele hitam
Gula Kelapa
Garam Dan Air
Mutu produk jadi prioritas kecap bango
Kacang hitam di fermentasi beberapa bulan
Dengan penanganan khusus
Supaya melahirkan rasa khusus
Bango jadi beda dari produk lainya
Kacang hitam dan kedele kuning
Konsumen jelas bisa membedakan
Merk mana yang bermanfaat untuk kehidupan .
1928 Bango di dirikan
Lokasi jakarta dan jawa barat
2001 Unilever mengakuisi bango
Bango maju 2 kali lipat
Banyak variasi produk tercipta
Aneka rasa kecap tercipta
Kecap pedas, kecap manis
Bango ada di mana mana
Dalam negeri atau luar negeri
Kecap bango kecap orang indonesia
Jasa bango pada indonesia
Membantu petani kedele hitam
Memberikan modal kerja
Bantuan penanaman
Jaminan pasar atas hasil panen
Bango membantu mereka
Meningkatkan pendapatan
Selanjutnya meningkatkan kesejahtraan mereka
Rakyat indonesia
Kecap bango dan kaki lima
Bango mengadakan Festival jajan bango
Banyak yang partisipasi
Di bina dan di arahkan
Supaya perputaran mereka meningkat
Acara festival ini menguntungkan mereka
Mereka bisa memperkenalkan usahanya
Dan bisa lebih banyak menarik pengunjung
Laris manis dengan kecap bango
Rakyat sejahtra
Bango bukan saja nama burung
Bango merk kecap turun-temurun
1928 Kecap bango di bangun
Dengan dasar tradisi
Sepenuh hati
Memberikan kualitas tinggi
Terlahirlah produk kecap
Bukan sekedar menjadikan nimatnya masakan
Tapi juga membanggakan dan membahagiakan indonesia .
![]() |
PUISI LAGU RINDU |
Terbuat dari 4 bahan pilihan bermutu
Kacang kedele hitam
Gula Kelapa
Garam Dan Air
Mutu produk jadi prioritas kecap bango
Kacang hitam di fermentasi beberapa bulan
Dengan penanganan khusus
Supaya melahirkan rasa khusus
Bango jadi beda dari produk lainya
Kacang hitam dan kedele kuning
Konsumen jelas bisa membedakan
Merk mana yang bermanfaat untuk kehidupan .
1928 Bango di dirikan
Lokasi jakarta dan jawa barat
2001 Unilever mengakuisi bango
Bango maju 2 kali lipat
Banyak variasi produk tercipta
Aneka rasa kecap tercipta
Kecap pedas, kecap manis
Bango ada di mana mana
Dalam negeri atau luar negeri
Kecap bango kecap orang indonesia
Jasa bango pada indonesia
Membantu petani kedele hitam
Memberikan modal kerja
Bantuan penanaman
Jaminan pasar atas hasil panen
Bango membantu mereka
Meningkatkan pendapatan
Selanjutnya meningkatkan kesejahtraan mereka
Rakyat indonesia
Kecap bango dan kaki lima
Bango mengadakan Festival jajan bango
Banyak yang partisipasi
Di bina dan di arahkan
Supaya perputaran mereka meningkat
Acara festival ini menguntungkan mereka
Mereka bisa memperkenalkan usahanya
Dan bisa lebih banyak menarik pengunjung
Laris manis dengan kecap bango
Rakyat sejahtra
Puisi Bidadari Linglung
Puisi Bidadari Linglung - puisi bidadari linglung ini menceritakan tentang nasib seorang gadis yang cantik rupawan dan serba kecukupan , namun akibat salah menggunakan kelebihan yang di miliki akhirnya gadis tersebut menjadi bingung dengan dirinya sendiri , hari hari terasa hampa dan tidak berguna , kecantikan yang dia miliki tidak ada guna , pakaian dan perlengkapan hidup yang dia miliki terasa hambar dan tidak menyenangkan lagi , jadilah bidadari tadi linglung seperti orang bingung bahkan nyaris gila . berikut puisi bidadari linglung yang saya maksud :
Banyak orang bilang kau ini kembang
Banyak kumbang datang tertarik dengan kembang
Banyak kumbang mati tertusuk duri
Kembang lupa bahwa musim semi bisa berganti dengan musim gugur
Rambutmu bisa laku untuk iklan shampo
Kulitmu bisa laku untuk iklan sabun
Gigimu Bisa Laku untuk iklan odol
Bahkan lenganmu bisa laku untuk iklan jam tangan
Wajah cantik terasa sampurna
Banyak penggemar di mana mana
Bergelimang harta sampai tak tahu jumlahnya
Gambarmu terpampang di mana mana
Kalender, stiker, sampai di bandul kunci dan isi dompet para jomblo
Dunia terasa milikmu semua
Yang lain ngontrak
Kau bak ratu bidadari surga
Banyak penggawa di mana mana
Sayang semunay hampa
Cuma karena salah guna
Kau makin hari makin tua
Tak terasa sekarang usiamu kepala tiga
Kulitmu mulai keriput
Rambutmu yang indah mulai beruban
Suaramu yang merdu mulai serak
Tergerus oleh usia yang terus berkurang
Bidadari mulai di tinggalkan penggemar
Bidadari di buang karena tak lagi mendatangkan uang
Bidadari mencari pasangan
Bidadari bingung cari pendamping
Bidadari bingung bidadari linglung
Banyak orang bilang kau ini kembang
Banyak kumbang datang tertarik dengan kembang
Banyak kumbang mati tertusuk duri
Kembang lupa bahwa musim semi bisa berganti dengan musim gugur
![]() |
PUISI LUKA RINDU |
Rambutmu bisa laku untuk iklan shampo
Kulitmu bisa laku untuk iklan sabun
Gigimu Bisa Laku untuk iklan odol
Bahkan lenganmu bisa laku untuk iklan jam tangan
Wajah cantik terasa sampurna
Banyak penggemar di mana mana
Bergelimang harta sampai tak tahu jumlahnya
Gambarmu terpampang di mana mana
Kalender, stiker, sampai di bandul kunci dan isi dompet para jomblo
Dunia terasa milikmu semua
Yang lain ngontrak
Kau bak ratu bidadari surga
Banyak penggawa di mana mana
Sayang semunay hampa
Cuma karena salah guna
Kau makin hari makin tua
Tak terasa sekarang usiamu kepala tiga
Kulitmu mulai keriput
Rambutmu yang indah mulai beruban
Suaramu yang merdu mulai serak
Tergerus oleh usia yang terus berkurang
Bidadari mulai di tinggalkan penggemar
Bidadari di buang karena tak lagi mendatangkan uang
Bidadari mencari pasangan
Bidadari bingung cari pendamping
Bidadari bingung bidadari linglung
- Puisi Bidadari Linglung
- Puisi Pahlawan Malam Bingung
- Puisi Islami Mi'raj
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
Thursday, February 7, 2013
Puisi Pahlawan Malam Bingung
Puisi Pahlawan Malam Bingung - Puisi kiriman dari teman yang katanya di kutib dari buku , dengan judul asli GAPURA , sengaja puisi ini aku beri judul Puisi pahlawan bingung, saya pikir puisi yang terlali berimaginasi pada hal yang fiktif menurutku kurang produktif , masih bagusan jika puisi itu menyampaikan hal yang nyata saja , misalnya asap rokok yang menyesakan dada, suara bising bikin tuli kuping dan lain lain , bukan membahas tentang kerajaan sedang sekarang bukan jaman kerajaan , masih pingin baca puisinya silahkan di baca di bawah ini :
G A P U R A
Gapura dari malam embun basah
memantulkan kilatan
seperti derak logam murni
tentu lumpur
dan kelam
suara gagak
atau bunyi lonceng
mengapa kereta
menempuh padang kerajaan silam ?
mangapa kuda-kuda
meringkik gempita di cakrawala ?
kuda sang pahlawan yang brontak
dan ratusan gagak
terbang
menjenguk kota terbakar
dan pendaran logam murni
yang berserak di malam embun basah
sebagai hatiku
ya, hatuku : sipongang dan gembira, brontak
di depan gapura
dan undur kembali
mengapa kereta
menempuh padang kerajaan silam ?
kuda-kuda meringkik
menggeledah kelam ?
![]() |
PUISI PAHLAWAN KISAH RINDU |
G A P U R A
Gapura dari malam embun basah
memantulkan kilatan
seperti derak logam murni
tentu lumpur
dan kelam
suara gagak
atau bunyi lonceng
mengapa kereta
menempuh padang kerajaan silam ?
mangapa kuda-kuda
meringkik gempita di cakrawala ?
kuda sang pahlawan yang brontak
dan ratusan gagak
terbang
menjenguk kota terbakar
dan pendaran logam murni
yang berserak di malam embun basah
sebagai hatiku
ya, hatuku : sipongang dan gembira, brontak
di depan gapura
dan undur kembali
mengapa kereta
menempuh padang kerajaan silam ?
kuda-kuda meringkik
menggeledah kelam ?
- Puisi Pahlawan Malam Bingung
- Puisi Islami Mi'raj
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
Puisi Islami Mi'raj
Puisi Islami Mi'raj - puisi ini sambungan dari puisi islami Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA Puisi islami cocok untuk bahan renungan sekaligus penyejuk hati penyegar iman.
Di ujung musim yang menggasing
bagai dengus gurun pasir
cahaya melompat
dalam laut melompat
diseretnya langkah
malam itu
dalam putih waktu
Muhammad, Kutawarkan
Padamu:
Jenuh semesta itu
Kupenuhi isi dadamu ;
nasib manusia
bentangkan kedua tanganmu !
pohon-pohon kurma
di tepi ka�bah
di pusat Mekkah
menyanyi dalam gaib malam
dan mengucap salam
ke seluruh alam
yang mencecahkan kalam
di pucuk jagad
leburlah
rindunya
menjadi zarrah itu
marhaban, Kuutus kau
juru selamat
Di ujung musim yang menggasing
bagai dengus gurun pasir
cahaya melompat
dalam laut melompat
diseretnya langkah
malam itu
dalam putih waktu
Muhammad, Kutawarkan
Padamu:
Jenuh semesta itu
Kupenuhi isi dadamu ;
nasib manusia
bentangkan kedua tanganmu !
pohon-pohon kurma
di tepi ka�bah
di pusat Mekkah
menyanyi dalam gaib malam
dan mengucap salam
ke seluruh alam
yang mencecahkan kalam
di pucuk jagad
leburlah
rindunya
menjadi zarrah itu
marhaban, Kuutus kau
juru selamat
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
- Puisi Gadis Cantik Garnier
- Puisi Untuk Bapak Sakit
Puisi Sepi Sendiri
Puisi Sepi Sendiri - Weh pagi buta buat puisi sepi sendiri apa ga salah ya , padahal ini buatnya di kamar sambil ngopi dengar musik metal gaduh sekali hahaha, namanya puisi tuh seenaknya nulisnya pokok nulis saja gasah macam macam , kan puisi ga wajib di paham
S E N D I R I
Mengalir di udara sepi
Seakan riani
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
beterbangan
di gugusan awan Mei
Runcing pohon cemara
Memagut dan melecut
suara angin
seakan langkah mayat
melengoskan dahaknya
ke bumi
Ah, jalan begitu gelapnya di situ
di ujung jalan itu
dan di kejauhan
antara dengus hantu
Dan kini, antara bauran kekacauan pikiran
dan kebosanan
dan kegelisahan
kujotoskan tanganku
dan kutindas kata-kata keyakinanku
Mengalir di udara sepi
Seakan rinai
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
Beterbangan
S E N D I R I
Mengalir di udara sepi
Seakan riani
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
beterbangan
di gugusan awan Mei
![]() |
PUISI RINDU SEPI |
Runcing pohon cemara
Memagut dan melecut
suara angin
seakan langkah mayat
melengoskan dahaknya
ke bumi
Ah, jalan begitu gelapnya di situ
di ujung jalan itu
dan di kejauhan
antara dengus hantu
Dan kini, antara bauran kekacauan pikiran
dan kebosanan
dan kegelisahan
kujotoskan tanganku
dan kutindas kata-kata keyakinanku
Mengalir di udara sepi
Seakan rinai
dan Ratapan sukmaku
Waktu kawanan peri
Beterbangan
- Puisi Sepi Sendiri
- Puisi Nasehat Telat Tobat
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
- Puisi Gadis Cantik Garnier
- Puisi Untuk Bapak Sakit
Puisi Nasehat Telat Tobat
Puisi Islami Telat Tobat - Aku tulis puisi ini pada saat menjelang subuh pagi , alarm hp berbunyi seiring sms dari seseorang tak di kenal yang isinya sebuah puisi curhat terkait dengan kondisi asmara yang di alaminya , intinya dia merasa seperti bunga yang layu ( tak perlu di jelaskan , saya yakin pembaca paham dengan istilah bunga layu sebelum berkembang lalu di campakan ) . sementara puisi belum bisa saya terbitkan , cuma saya ingin membuat puisi nasehat yang berjudul telat tobat .
Siapa suruh kamu pacaran
Bukankah agamamu melarang
Kenapa hal itu kamu lakukan
Nyatanya kamu tidak mampu melawan goda syetan
Ingatkah kamu saat di beri saran
Kamu jawab , pacaran itu sebatas pendekatan
Pacaran itu sekedar penjajakan
Pacaran untuk saling mengenal
Nyatanya kamu tidak mamapu melawan
Goda dan bujuk rayu setan
Mana Bukti pacaran seperti yang kau pikirkan
Mana buah pacaran yang kau janjikan
Hilangnya mahkota itukah pacaran yang kau banggakan
Hilangnya kehormatan itukan yang kau katakan pendekatan
Hilangnya harapan itukah yang kau anggap penjajakan
Hancurnya masa depan itukah yang kau pikir perkenalan
Sekarang kau pingin insyaf
Sekarang kau ingin bertobat
Dengan keyakinan bahwa pintu tobat selalu ada
Bahwa pintu tobat terbuka selama belum sekarat
Memang benar tobat selalu terbuka
Ingat satu hal terbuka untuk siapa
Kalaupun tobat apakah menyelesaikan semua
Padahal dosa satu sama lainya itu saling berkaitan
Kamu tobat tidak melakukan
Tapi telat toh sudah terlanjur hancur
Ujung ujungnya kaum berbohong dengan orang
Dan semua juga tahu kebohongan satu kali akan mencari kebohongan lainya
Sudahlah tak perlu kau sesali
Sudahlah tak perlu mencari simpati
Kamu sudah hancur ini
Toh nasehat dan saran suda di sampaikan jauh jauh hari
Jika kamu langgar ya akibatnya tanggung sendiri
Telat tobat tak apa
Siapa tahu dapat pengampunan dosa
Tapi jangan berharap banyak
Dan jangan berkayal
Bahwa tobatmu akan mengembalikan yang hilang
Kehormatan yang hilang
Kesucian yang hilang
Harapan yang hilang
Dan kesempatan yang hilang
Dan jangan berfikir bahwa Allah tidak kasihan
Karena beliu sudah memberi peringatan
Siapa suruh kamu pacaran
Bukankah agamamu melarang
Kenapa hal itu kamu lakukan
Nyatanya kamu tidak mampu melawan goda syetan
Ingatkah kamu saat di beri saran
Kamu jawab , pacaran itu sebatas pendekatan
Pacaran itu sekedar penjajakan
Pacaran untuk saling mengenal
Nyatanya kamu tidak mamapu melawan
Goda dan bujuk rayu setan
Mana Bukti pacaran seperti yang kau pikirkan
Mana buah pacaran yang kau janjikan
Hilangnya mahkota itukah pacaran yang kau banggakan
Hilangnya kehormatan itukan yang kau katakan pendekatan
Hilangnya harapan itukah yang kau anggap penjajakan
Hancurnya masa depan itukah yang kau pikir perkenalan
Sekarang kau pingin insyaf
Sekarang kau ingin bertobat
Dengan keyakinan bahwa pintu tobat selalu ada
Bahwa pintu tobat terbuka selama belum sekarat
Memang benar tobat selalu terbuka
Ingat satu hal terbuka untuk siapa
Kalaupun tobat apakah menyelesaikan semua
Padahal dosa satu sama lainya itu saling berkaitan
Kamu tobat tidak melakukan
Tapi telat toh sudah terlanjur hancur
Ujung ujungnya kaum berbohong dengan orang
Dan semua juga tahu kebohongan satu kali akan mencari kebohongan lainya
Sudahlah tak perlu kau sesali
Sudahlah tak perlu mencari simpati
Kamu sudah hancur ini
Toh nasehat dan saran suda di sampaikan jauh jauh hari
Jika kamu langgar ya akibatnya tanggung sendiri
Telat tobat tak apa
Siapa tahu dapat pengampunan dosa
Tapi jangan berharap banyak
Dan jangan berkayal
Bahwa tobatmu akan mengembalikan yang hilang
Kehormatan yang hilang
Kesucian yang hilang
Harapan yang hilang
Dan kesempatan yang hilang
Dan jangan berfikir bahwa Allah tidak kasihan
Karena beliu sudah memberi peringatan
Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA - Khusus buat umat islam yang memperingati malam isra mi'raj , malam yang penuh kebahagiaan dan penuh dengan suka cita, dalam acara memperingati hari isra mi'raj sering kali ada acara acara baca puisi , nah mungkin puisi Baitul Makdis Di Malam Isra ini bisa di jadikan koleksi nantinya. selamat membaca.
BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
Kita tunggu gemintang, mengerdipkan matanya lembut
Kita tunggu angin mencecah arusnya kencang
suara laut di bawah benua dan cuaca
yang membersihkan tanah-tanah di dataran Palestina
dan sejuta suara bagai lonceng berdencang ramai
di masjid itu, suara para nabi. Terasa waktu
menanti cuaca tiba
Apakah yang bakal terjadi
di benua kita ?
di jazirah hitam ini
di mana para rasul dan nabi
diburu dan dibunuh
oleh orang-orang kerdil
dari benua tengah ?
Muhammad ! lempangkanlah jalan kami
yang dahulu
BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
Kita tunggu gemintang, mengerdipkan matanya lembut
Kita tunggu angin mencecah arusnya kencang
suara laut di bawah benua dan cuaca
yang membersihkan tanah-tanah di dataran Palestina
dan sejuta suara bagai lonceng berdencang ramai
di masjid itu, suara para nabi. Terasa waktu
menanti cuaca tiba
Apakah yang bakal terjadi
di benua kita ?
di jazirah hitam ini
di mana para rasul dan nabi
diburu dan dibunuh
oleh orang-orang kerdil
dari benua tengah ?
Muhammad ! lempangkanlah jalan kami
yang dahulu
- Puisi Islami BAITUL MAKDIS, PADA MALAM ISRA
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
- Puisi Gadis Cantik Garnier
- Puisi Untuk Bapak Sakit
- Puisi Twitter Lucu Tapi Bingung
- Surat-surat cinta padamu
Puisi Ucapan Terima Kasih
Puisi Ucapan Terima Kasih - mengucapkan terima kasih Itu tidak mudah karena banyak sekali orang yang kurang memberi penghargaan pada karya teman sendiri dan menganggapnya sudah sedikit banyak memberi konstribusi pada hidupnya , begitu sulitnya mengucapkan rasa terimakasih pada orang lain , jika kita mau berfikir sejenak , sesungguhnya hidup ini saling berkaitan satu sama lain jadi ada baiknya mulai sekarang kita biasakan mengucapkan terimakasih atas bantuan orang lain , tidak perlu merasa rendah dengan ucapan yang kita sampaikan , percayalah bahwa mengucapkan rasa terimakasih itu suatu kewajiban. berikut ini ada contoh ucapan terimakasih berupa puisi :
Andai tidak ada kamu Saat Itu
Aku Tidak tahu Bagaimana keadaanku
Bisa jadi aku tidak lagi menemui waktu
Beruntung aku berteman denganmu
Aku ucapkan termasih atas jasamu
Yang telah membantu untuk mengatasi masalahku
Aku tahu kau akan selalu ada untuku
Sekaligus aku tahu tak mungkin membalas jasa mu
Hanya rasa terimaskih yang setinggi tingginya
Yang bisa aku bawa sebagai penghargaanya
Dan sabait doa di manapun kau berada
Ketahuilah bahwa kau adalah segalanya
Sekali lagi termakasih atas semua yang kau berikan
Terimakasih atas semua pengorbanan
Terimakasih telah ikut memperjuangkan
Terimakasih telah mau memperhatikan
Terima kasih untuk menjadi dirimu,
dan mengambil saya di bawah sayap mu.
teman sejati yang terbaik
melebihi semua yang lain,
dia lebih baik daripada yang lain.
Andai tidak ada kamu Saat Itu
Aku Tidak tahu Bagaimana keadaanku
Bisa jadi aku tidak lagi menemui waktu
Beruntung aku berteman denganmu
Aku ucapkan termasih atas jasamu
Yang telah membantu untuk mengatasi masalahku
Aku tahu kau akan selalu ada untuku
Sekaligus aku tahu tak mungkin membalas jasa mu
Hanya rasa terimaskih yang setinggi tingginya
Yang bisa aku bawa sebagai penghargaanya
Dan sabait doa di manapun kau berada
Ketahuilah bahwa kau adalah segalanya
Sekali lagi termakasih atas semua yang kau berikan
Terimakasih atas semua pengorbanan
Terimakasih telah ikut memperjuangkan
Terimakasih telah mau memperhatikan
Terima kasih untuk menjadi dirimu,
dan mengambil saya di bawah sayap mu.
teman sejati yang terbaik
melebihi semua yang lain,
dia lebih baik daripada yang lain.
- Puisi Ucapan Terima Kasih
- Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
- Puisi Tentang Langit Di Mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
- Puisi Gadis Cantik Garnier
- Puisi Untuk Bapak Sakit
- Puisi Twitter Lucu Tapi Bingung
- Surat-surat cinta padamu
- Puisi Tentang Matahari Dan Gelombang
Wednesday, February 6, 2013
Bila didekatmu dengan berbisik, akan saya bilang;
Dari tiap titik hujan, saya dapati engkau melamun di antara rintiknya,
Sendiri, menyangga janggut sambil sesekali membenarkan kacamata,
karena embun hujannya
Atau ia sekedar berbenah menanti
gerimis berakhir,
Ini mungkin yang akan saya bilang;
Bila didekatmu dengan berbisik,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu cantik,
karena kamu adalah cendrawasih yang berbulu pelangi dan hinggap di kursi,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu manis,
karena kamu adalah sari madu dan zaitun yang tertetes pertama kali,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu anggun,
karena kamu adalah kupu-kupu yang hinggap di melati,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu baik,
karena kamu adalah peri yang bertugas membagi senyum,
Ya begitu, kurang lebih seperti itu
Cukup saya memandangimu saja,
agar yang sepertimu tetap seperti itu adanya,
Dan jangan bilang ini rayuan atau pujian,
karena ini hanya degup jantung yang diwakilkan kanvas,
Untuk dilukis pada tiap kelopak bunga musim semi,
--
agus_ngawi 085733246907
Sendiri, menyangga janggut sambil sesekali membenarkan kacamata,
karena embun hujannya
Atau ia sekedar berbenah menanti
gerimis berakhir,
Ini mungkin yang akan saya bilang;
Bila didekatmu dengan berbisik,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu cantik,
karena kamu adalah cendrawasih yang berbulu pelangi dan hinggap di kursi,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu manis,
karena kamu adalah sari madu dan zaitun yang tertetes pertama kali,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu anggun,
karena kamu adalah kupu-kupu yang hinggap di melati,
Jangan percaya kalo saya bilang kamu baik,
karena kamu adalah peri yang bertugas membagi senyum,
Ya begitu, kurang lebih seperti itu
Cukup saya memandangimu saja,
agar yang sepertimu tetap seperti itu adanya,
Dan jangan bilang ini rayuan atau pujian,
karena ini hanya degup jantung yang diwakilkan kanvas,
Untuk dilukis pada tiap kelopak bunga musim semi,
--
agus_ngawi 085733246907
Puisi Tentang Langit Di Mana
LANGIT DI MANA-MANA
Langit berjalan atas pohon-pohon. Di mana-mana
bayangan mereka di atas, di atas pasir
dan gelap.Bintang-bintang seperti lampu-lampu yang ditaruh para
nelayan
dan bunyi-bunyian. Ditabuh senja pada batu karang
lapar itu, haus itu ! Dan awan cair
menembus hatimu
Ayolah buyung, kaubaringkan tubuhmu
Tak ada bulan, tak ada nyanyian, bagi tumbuhan di bumi
Kami kan tidurkan kamu pada ranjang kayu
muara sungai dan musim kemarau
Ayolah buyung kau tembangkan pucung belum tidur
baik di atas mimpimu, putri-putri buih naik ke badan
tengah malam dan jika bintang-bintang menembus sunyi para nelayan
perahu-perahu dagang yang tua, membersihkan laut, bayangan
Mereka di mana-mana. Dan gelap
Ayolah buyung tidur. Ombak sudah siap
menelan lelahmu. Dan dongengmu teramat bagus
Seperti penunggu muara sungai yang ramah itu
Dan bergegaslah pergi, ke mana-mana
Sebab langit di mana-mana. Dan mimpimu di mana-mana
Tanah air di mana-mana
Langit berjalan atas pohon-pohon. Di mana-mana
bayangan mereka di atas, di atas pasir
dan gelap.Bintang-bintang seperti lampu-lampu yang ditaruh para
nelayan
dan bunyi-bunyian. Ditabuh senja pada batu karang
lapar itu, haus itu ! Dan awan cair
menembus hatimu
Ayolah buyung, kaubaringkan tubuhmu
Tak ada bulan, tak ada nyanyian, bagi tumbuhan di bumi
Kami kan tidurkan kamu pada ranjang kayu
muara sungai dan musim kemarau
Ayolah buyung kau tembangkan pucung belum tidur
baik di atas mimpimu, putri-putri buih naik ke badan
tengah malam dan jika bintang-bintang menembus sunyi para nelayan
perahu-perahu dagang yang tua, membersihkan laut, bayangan
Mereka di mana-mana. Dan gelap
Ayolah buyung tidur. Ombak sudah siap
menelan lelahmu. Dan dongengmu teramat bagus
Seperti penunggu muara sungai yang ramah itu
Dan bergegaslah pergi, ke mana-mana
Sebab langit di mana-mana. Dan mimpimu di mana-mana
Tanah air di mana-mana
- Puisi Madura Dan Kenangan
- Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
- Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
- Puisi Hancurnya Partai Partai
- Puisi Pendekar Rakyat
- Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
- PUISI JENAKA
- Puisi Malam Minggu Kelabu
- Terbang Tinggi Seperti Air Bergerak
- Puisi galau saudagar muda
- Sabtu Siang Minggu Malamnya, Cerita Sales Camilan
- Puisi Persahabatan " Putusnya Sahabat "
- Puisi Persahabatan " Kisah Pertemuan "
- Puisi Persahabatan " Aku Selalu Ada Untukmu "
- Puisi Persahabatan Kren Banget
- I have the best friend on earth
- Tips Membaca Puisi Yang Baik
- Puisi Gadis Cantik Garnier
- Puisi Untuk Bapak Sakit
- Puisi Twitter Lucu Tapi Bingung
- Surat-surat cinta padamu
- Puisi Tentang Matahari Dan Gelombang
- Puisi Untuk Ibu Tercinta
- Puisi Cinta dan Cita Terdampar
- PUISI RENUNGAN KISAH SEMUT DAN BATU
Puisi Madura Dan Kenangan
Puisi Madura Dan Kenangan - puisi kiriman dari teman berjudul asli madura, dalam puisi ini menggambarkan kisah orang madura yang sedang dalam perantauan kemudian dia pulang kampung , silahkan baca selengkapnya Puisi Madura .
Angin pelan-pelan bertiup di pelabuhan kecil itu
Ketika tiba ; dengan langit, pohon, terik, kapal dan
sampan yang tenggelam di pintu cakrawala
Selamat pagi tanah kelahiran
Sebab aku tidak menghitung untuk yang keberapa kali
Kapan saat menebal pada waktu
Sebab aku tahu paling berat adalah rindu
Sangsi selalu melagukan hasrat dan impian-impian
Dan adakah yang lebih nikmat daripada bersahabat
dengan alam, dengan tanah kelahiran, dan dengan
kerja serta dengan kehidupan ?
Aku akan mengatakan tapi tidak untuk yang penghabisan :
Ketenangan Selat Kamal
adalah ketenangan hatiku
membuang pikiran hatiku
yang mengganggu sajakku
kurangkul tubuh alam
seperti mula kelahiran Adam
sedang sesudah mengembara
baiklah kita rahasiakan
dari perjalanan ini
aku membawa timbun puisi
bahwa aku selalu asyik mencari
keteduhan mimpi
Kebiruan Selat Kamal
adalah kebiruan sajakku
dan terasa hidup makin kekal
sesudah memusnahkan rindu
bertemu segala milik dan hak
dalam cinta dan sajak
noktah-noktah berdebu dibersihkan
di kedua tangan
kuberi pula salam sayup
kepada pantai yang berbatas pasir
dan langit yang mulai redup
pada waktu sajak lahir
Kedangkalan Sungai Sampang
adalah kedangkalan hatiku
menimbang hidup terlalu gampang
dan di situ ketergesaan mengganggu
dan terlalu tamak
dengankesempurnaan
dengan sesuatu yang bukan hak
dengan kejemuan
tapi sekali saat tiba juga
pada suatu tempat
tanpa petunjuk siapa-siapa
asal kita bersempat
mengerti juga kenapa kiambang
bertaut sepanjang sungai
dengan belukar dan kumbang-kumbang
sebelum kita sampai ke dasar dan muaranya
Diamnya Sungai Sampang
adalah diamnya sajakku
sekali waktu banjir datang
sekali waktu airnya biru
dan bertetap tujuan
ke suatu muara
yang mengalir dari suatu daerah pegunungan
untuk sumber pertama
Kerendahan Bukit Payudan
adalah kerendahan hatiku
menerima nasib dalam kehidupan
di atas kedua bahu
sesekali pernah kita
tidak tahu tentang kelahiran
dan bertakut menjadi tua
karena ancaman kematian
Kemarahan Bukit Payudan
adalah kemarahan sajakku
untuk mengerti kepastian
yang lebih keras dari batu
sesekali pernah kita
tidak tahu ke mana mengembara
kemudian muncul kembali di tanah kesayangan
dengan kehampaan di tangan
tak seorang menyambut datang
tak seorang menanti pulang
tak seorang menerima lapang
atau membacakan tembang-tembang
dan kesia-siaan begini
akan selalu kualami
namun tak selalu kusesali
sebab kubenam sebelum jadi
Keterpencilan desa Pasongsongan
adalah keterpencilan hatiku
sebelum memulai perjalanan
ke jauh kota dan pulau
tapi keabadian lautnya kini
telah mengembalikan cintaku
tanah yang pernah tersia sebelum dimengerti
dan ditinggalkan rasa kebanggaanku
dan sebagai anak manusia
sekali aku minta istirah mengembara
berhenti membuat puisi yang memdera
dan berhenti memikat dara-dara
sebab di sinilah tumpahnya
darah kita pertama
dan terakhir berhentinya
mengaliri nadinya
Angin pelan-pelan bertiup di pelabuhan kecil itu
Ketika tiba ; dengan langit, pohon, terik, kapal dan
sampan yang tenggelam di pintu cakrawala
Selamat pagi tanah kelahiran
Sebab aku tidak menghitung untuk yang keberapa kali
Kapan saat menebal pada waktu
Sebab aku tahu paling berat adalah rindu
Sangsi selalu melagukan hasrat dan impian-impian
Dan adakah yang lebih nikmat daripada bersahabat
dengan alam, dengan tanah kelahiran, dan dengan
kerja serta dengan kehidupan ?
Aku akan mengatakan tapi tidak untuk yang penghabisan :
Ketenangan Selat Kamal
adalah ketenangan hatiku
membuang pikiran hatiku
yang mengganggu sajakku
kurangkul tubuh alam
seperti mula kelahiran Adam
sedang sesudah mengembara
baiklah kita rahasiakan
dari perjalanan ini
aku membawa timbun puisi
bahwa aku selalu asyik mencari
keteduhan mimpi
Kebiruan Selat Kamal
adalah kebiruan sajakku
dan terasa hidup makin kekal
sesudah memusnahkan rindu
bertemu segala milik dan hak
dalam cinta dan sajak
noktah-noktah berdebu dibersihkan
di kedua tangan
kuberi pula salam sayup
kepada pantai yang berbatas pasir
dan langit yang mulai redup
pada waktu sajak lahir
Kedangkalan Sungai Sampang
adalah kedangkalan hatiku
menimbang hidup terlalu gampang
dan di situ ketergesaan mengganggu
dan terlalu tamak
dengankesempurnaan
dengan sesuatu yang bukan hak
dengan kejemuan
tapi sekali saat tiba juga
pada suatu tempat
tanpa petunjuk siapa-siapa
asal kita bersempat
mengerti juga kenapa kiambang
bertaut sepanjang sungai
dengan belukar dan kumbang-kumbang
sebelum kita sampai ke dasar dan muaranya
Diamnya Sungai Sampang
adalah diamnya sajakku
sekali waktu banjir datang
sekali waktu airnya biru
dan bertetap tujuan
ke suatu muara
yang mengalir dari suatu daerah pegunungan
untuk sumber pertama
Kerendahan Bukit Payudan
adalah kerendahan hatiku
menerima nasib dalam kehidupan
di atas kedua bahu
sesekali pernah kita
tidak tahu tentang kelahiran
dan bertakut menjadi tua
karena ancaman kematian
Kemarahan Bukit Payudan
adalah kemarahan sajakku
untuk mengerti kepastian
yang lebih keras dari batu
sesekali pernah kita
tidak tahu ke mana mengembara
kemudian muncul kembali di tanah kesayangan
dengan kehampaan di tangan
tak seorang menyambut datang
tak seorang menanti pulang
tak seorang menerima lapang
atau membacakan tembang-tembang
dan kesia-siaan begini
akan selalu kualami
namun tak selalu kusesali
sebab kubenam sebelum jadi
Keterpencilan desa Pasongsongan
adalah keterpencilan hatiku
sebelum memulai perjalanan
ke jauh kota dan pulau
tapi keabadian lautnya kini
telah mengembalikan cintaku
tanah yang pernah tersia sebelum dimengerti
dan ditinggalkan rasa kebanggaanku
dan sebagai anak manusia
sekali aku minta istirah mengembara
berhenti membuat puisi yang memdera
dan berhenti memikat dara-dara
sebab di sinilah tumpahnya
darah kita pertama
dan terakhir berhentinya
mengaliri nadinya
Tuesday, February 5, 2013
Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak
Puisi Ibu Belikan Aku Baju Anak - puisi ini menggambarkan tentang jeritan seorang bayi yang kurang terawat sebab ibunya sibuk main facebook dan game online , sebatas inspirasi saja dan menerka nerka mungkin saja di dunia ini ada seorang ibu yang menelantarkan kebutuhan anak nya dan lebih mementingkan dirinya .
Ibu buatkan aku susu
Tolong sebentar tinggalkan facebookmu
Aku haus belum minum susu
Ibu maafkan aku yang menganggumu
Ibu tolong ganti popok ku
Sudah ngompol lima kali sudah bau
Tolong tinggalkan sebentar twittermu
Aku sudah tidak tahan dengan bau popok ku
Ibu rapihkan selimutku
Aku Kedinginan , Selimutku menghilang
Mungkin jatuh di bawah ranjang
Tolong tinggalkan Game Pokermu
Ibu mainanku jatuh
Tolong ambilkan sebentar
Luangkan waktumu
Sempatkan untukku .
Ibu aku capek
Dari tadi manggil manggil ibu
Maafkan aku merepotkanmu
Ibu maafkan aku selalu mengganggumu
Jika nanti saya sudah dewasa
Aku tak mengganggu ibu
Setidaknya jika aku bisa berjalan
Aku bisa minta nenek untuk buatkan susu
Aku bisa minta kakek untuk gendong aku
Aku bisa minta tetangga sebelah untuk cilukba aku
Ibu maafkan aku
Belum bisa ganti popok
Belum bisa buat susu
Sekaligus belum bisa membahagiakanmu .
Ibu buatkan aku susu
Tolong sebentar tinggalkan facebookmu
Aku haus belum minum susu
Ibu maafkan aku yang menganggumu
Ibu tolong ganti popok ku
Sudah ngompol lima kali sudah bau
Tolong tinggalkan sebentar twittermu
Aku sudah tidak tahan dengan bau popok ku
Ibu rapihkan selimutku
Aku Kedinginan , Selimutku menghilang
Mungkin jatuh di bawah ranjang
Tolong tinggalkan Game Pokermu
Ibu mainanku jatuh
Tolong ambilkan sebentar
Luangkan waktumu
Sempatkan untukku .
Ibu aku capek
Dari tadi manggil manggil ibu
Maafkan aku merepotkanmu
Ibu maafkan aku selalu mengganggumu
Jika nanti saya sudah dewasa
Aku tak mengganggu ibu
Setidaknya jika aku bisa berjalan
Aku bisa minta nenek untuk buatkan susu
Aku bisa minta kakek untuk gendong aku
Aku bisa minta tetangga sebelah untuk cilukba aku
Ibu maafkan aku
Belum bisa ganti popok
Belum bisa buat susu
Sekaligus belum bisa membahagiakanmu .
Puisi Ibu Ayah Anak Nenek Kakek
Koleksi Puisi keluarga , kumpulan puisi yang menggambarkan hubungan khusus antara saudara dan saudari , kecintaan anak untuk ibu dan ayah , pengabdian ibu untuk anaknya, hubungan khusus antara nenek dan kakek dan cucu mereka, ikatan emosi yang muncul dari berbagai kenangan idnah dari waktu ke waktu
Seperti bumi melewati musim , begitu pula dengan keluarga memiliki perjalanan wakatu melewati musim, pernikahan, jatuh cinta, kelahiran anak, masa masa sulit, masa menyenangkan dan tetap bertahan di tengah tengah masalah . seperti bumi yang tetap menjalankan aktifitas walau berganti ganti musim
Pada saat musim panen ,mungkin keluarga berjaya dan pada saat musim pecaklik mungkin keluarga merasa merana , namun keharmonisan tetap terjaga , anak tetap cinta pada orang tuanya, dan orang tua tetap menjaga kepentingan anaknya , betapa kenangan indah keluarga bisa di bilang segalanya.
Puisi Seorang Ibu Untuk Anaknya
Aku punya anak dengan kebutuhan khusus
Walau dia sudah besar
Mungkin orang memandangnya dengan cara berbeda
Tapi di hatiku dia adalah anak kecil yang perlu bermain
Dia perlu pegangan untuk berjalan
Dia belajar berbicara panjang dengan nada pelo yang lucu
Dia suka bermain pasir, gelembungan, bola dan sepeda roda tiga .
Itu hanya sebagian kecil dari yang di sukai
Saat istrirahat , dia merangkak ke ayunan
Lantas membuyikan bel
Saya harus sabar mendengar gaduhnya
Anak aktif yang lucu
Dia sangat manis dan suka bermain,
harap memberinya kesempatan dan tidak melarikan diri.
Dia memiliki perasaan, sama seperti Anda dan saya,
harap jaga dengan baik dan jangan membuatnya menangis.
Cobalah untuk tidak menghakimi karena dia tidak dapat berjalan.
Hanya melihat hatinya dan kita berdua akan bersenang-senang.
Dia tidak melihat Kita berbeda atau membuat lelucon jelek,
karena Allah memberinya hati yang khusus
dan dia tidak ingin itu pecah.
Jadi jika kita melihatnya dalam hati kita,
tolong biarkan dia bersenang-senang .
Dia hanya seorang anak ingin bermain,
Kita dapat mengajar satu sama lain dengan cara yang berbeda.
Hanya ingat Tuhan menciptakan kita masing-masing berbeda dan unik.
Saya suka hijau, Anda mungkin seperti pink.
Di mata Tuhan kita semua sama,
jadi apa yang Anda katakan teman, bagaimana permainan?
Seperti bumi melewati musim , begitu pula dengan keluarga memiliki perjalanan wakatu melewati musim, pernikahan, jatuh cinta, kelahiran anak, masa masa sulit, masa menyenangkan dan tetap bertahan di tengah tengah masalah . seperti bumi yang tetap menjalankan aktifitas walau berganti ganti musim
Pada saat musim panen ,mungkin keluarga berjaya dan pada saat musim pecaklik mungkin keluarga merasa merana , namun keharmonisan tetap terjaga , anak tetap cinta pada orang tuanya, dan orang tua tetap menjaga kepentingan anaknya , betapa kenangan indah keluarga bisa di bilang segalanya.
Puisi Seorang Ibu Untuk Anaknya
Aku punya anak dengan kebutuhan khusus
Walau dia sudah besar
Mungkin orang memandangnya dengan cara berbeda
Tapi di hatiku dia adalah anak kecil yang perlu bermain
Dia perlu pegangan untuk berjalan
Dia belajar berbicara panjang dengan nada pelo yang lucu
Dia suka bermain pasir, gelembungan, bola dan sepeda roda tiga .
Itu hanya sebagian kecil dari yang di sukai
Saat istrirahat , dia merangkak ke ayunan
Lantas membuyikan bel
Saya harus sabar mendengar gaduhnya
Anak aktif yang lucu
Dia sangat manis dan suka bermain,
harap memberinya kesempatan dan tidak melarikan diri.
Dia memiliki perasaan, sama seperti Anda dan saya,
harap jaga dengan baik dan jangan membuatnya menangis.
Cobalah untuk tidak menghakimi karena dia tidak dapat berjalan.
Hanya melihat hatinya dan kita berdua akan bersenang-senang.
Dia tidak melihat Kita berbeda atau membuat lelucon jelek,
karena Allah memberinya hati yang khusus
dan dia tidak ingin itu pecah.
Jadi jika kita melihatnya dalam hati kita,
tolong biarkan dia bersenang-senang .
Dia hanya seorang anak ingin bermain,
Kita dapat mengajar satu sama lain dengan cara yang berbeda.
Hanya ingat Tuhan menciptakan kita masing-masing berbeda dan unik.
Saya suka hijau, Anda mungkin seperti pink.
Di mata Tuhan kita semua sama,
jadi apa yang Anda katakan teman, bagaimana permainan?
Puisi Hancurnya Partai Partai
Puisi Hancurnya Partai Partai - Puisi ini bacalah sebagai puisi , jangan di anggap sindiran karena penulis puisi bukan tokoh militan , juga jangan anggap puisi ini menasehati karena penulis bukanlah guru partai , baca saja puisi ini sebagai puisi sumber inspirasi bagaimana mempolitisi hati nurani , jadikan nasehat dan saran sebagai alasan untuk mencari kedudukan jadikan sindiran sebagai penunjang populeritas , santai saja jadikanlah puisi sebagai puisi , baca pagi hari sambil minum kopi .
Benarkah bangsa ini butuh pemimpin untuk masa depan
Pemimpin muda yang visioner
Pemimpin visioner yang punya jejak dalam memperjuangkan kerakyatan
Kasihan indonesia rasanya seperti kekeringan pemimpin
Pemimpin yang jago dalam sosial politik
Kasihan parta partai
Kekurangan stok figur yang menyakinkan
Kasihan indonesia , tokoh tokohnya tak mampu melahirkan ide baru
Seberapa butuhkah rakyat ini pada pemimpin visioner
Sejarah kita katanya miskin tentang isi visi pemimpin
Visioner bukan sekedar perubahan besar
Perubahan yang kontradiksi antara masa kini dan masa depan
Pemimpin visioner bukan sekedar ucapan
Indonesia akan jadi negera hebat di asia
Bukan pula pemimpin yang mampu meramal
Indonesia menjadi lima besar negara ekonomi maju
Karena itu adalah ucapan dukun ,
Kalian bukan dukun bukan ?
Visioner perlu kejelasan institusi yang terarah
Jika tidak ada siap saja keputusan hilang tertiup angin
Bisa saja pemimpin bilang bangun ekonomi kerakyatan
Karena institusinya tidak jelas
Maka alokasi kredit talangan yang di cairkan kurang menyakinkan
Bukan kredit kerakyatan tapi malah proyek baru untuk memeras rakyat
Kasihan....
Banyak partai miskin figur
Banyak partai miskin isntusi berkualitas
Banyak partai miskin ide
Banyak partai miskin kerja
Mendingan partai buat dua saja
Kemudian Tingkatkan kwalitas pemerintahanya
Biarlah partainya sedikit
Tapi isntitusinya lengkap dan berkualitas.
Biarlah partainya sedikit
Yang penting sembako murah
Biarlah partai sedikit
Penting negara tak punya hutang
Biarlah partai sedikit penting sekolah murah
Biarlah partai sedikit penting gemah ripag loh jinawi
Biarlah partai sedikit
Tapi di pegang tokoh berkualitas
Biarlah partai sedikit
Asal kadernnya produktif kreatif
Biarlah partai sedikit
Asal tidak korupsi
Benarkah bangsa ini butuh pemimpin untuk masa depan
Pemimpin muda yang visioner
Pemimpin visioner yang punya jejak dalam memperjuangkan kerakyatan
Kasihan indonesia rasanya seperti kekeringan pemimpin
Pemimpin yang jago dalam sosial politik
Kasihan parta partai
Kekurangan stok figur yang menyakinkan
Kasihan indonesia , tokoh tokohnya tak mampu melahirkan ide baru
Seberapa butuhkah rakyat ini pada pemimpin visioner
Sejarah kita katanya miskin tentang isi visi pemimpin
Visioner bukan sekedar perubahan besar
Perubahan yang kontradiksi antara masa kini dan masa depan
Pemimpin visioner bukan sekedar ucapan
Indonesia akan jadi negera hebat di asia
Bukan pula pemimpin yang mampu meramal
Indonesia menjadi lima besar negara ekonomi maju
Karena itu adalah ucapan dukun ,
Kalian bukan dukun bukan ?
Visioner perlu kejelasan institusi yang terarah
Jika tidak ada siap saja keputusan hilang tertiup angin
Bisa saja pemimpin bilang bangun ekonomi kerakyatan
Karena institusinya tidak jelas
Maka alokasi kredit talangan yang di cairkan kurang menyakinkan
Bukan kredit kerakyatan tapi malah proyek baru untuk memeras rakyat
Kasihan....
Banyak partai miskin figur
Banyak partai miskin isntusi berkualitas
Banyak partai miskin ide
Banyak partai miskin kerja
Mendingan partai buat dua saja
Kemudian Tingkatkan kwalitas pemerintahanya
Biarlah partainya sedikit
Tapi isntitusinya lengkap dan berkualitas.
Biarlah partainya sedikit
Yang penting sembako murah
Biarlah partai sedikit
Penting negara tak punya hutang
Biarlah partai sedikit penting sekolah murah
Biarlah partai sedikit penting gemah ripag loh jinawi
Biarlah partai sedikit
Tapi di pegang tokoh berkualitas
Biarlah partai sedikit
Asal kadernnya produktif kreatif
Biarlah partai sedikit
Asal tidak korupsi
Monday, February 4, 2013
Puisi Pendekar Rakyat
Puisi Pendekar Rakyat - Puisi ini saya ambil dari lirik lagu jawa karya dalang poer ngawi jawa timur dengan judul asli Pendekar Rakyat , saya merasa bahwa puisi ini pantas untuk di publikasikan sebagai puisi pesan moral mengingat isinya sangat menyentuh hati saya sebagai generasi bangsa , di samping saya ikut bangga dengan karya si pembuatnya yaitu dalang poer . berikut puisi pendekar rakyat yang saya maksud dalam bahasa jawa :
Ora Ono Rong Tahun Nggonmu Dadi Presiden
Di Pekso Mudun Parlemen
Jarene Kasus Ngono
Jarene Kasus Ngene
Nanging Ora Ono Nyatane
Dadi musuh politik orde baru
Dadi Korban Ambisi Reformis Palsu
Reff:
Senajan Cacat Netramu
Nanging Ngerti Batinmu
Ndi Kucing
Ndi Asu
LSM opo Partai
Ormas Opo Mung RT
Sing Penting Tumidake
Kelingan Welinganmu Sing Prsodjo
Agomo Ngayomi Jaga Royo
Sak Lungamu Akeh Sing Rumongso kelangan
Pendekar Rakyat Sing Lilo dadi korban
Di jegal kono kene sebab belani rakyate
Sing Di Anggap Ora penting lan tansah di singkirake
Arti Puisi Dalam Bahasa Indonesia :
Belum Ada dua tahun kamu jadi presiden
Kau di paksa turun dari parlemen
Katanya kasus getu
Katanya kasus gini
Namun tak ada bukti
Jadi musuh politik orde baru
Jadi korban reformis palsu
Reff:
Walau Cacat Pengelihatanmu
Namun batinmu tahu
Mana kucing
Mana Anjing
Lsm Atau Partai
Ormas Atau RT
Yang penting tindakanya
Ingat ucapanmu yang persaja
Agama itu melindungi jagat raya
Sepeninggalmu banyak yang merasa kehilangan
Pendekar rakyat yang rela jadi korban
Di jegal sana sini sebab membela rakyatnya
Yang selalu di anggap tidak penting dan selalu di singkirkan.
Ora Ono Rong Tahun Nggonmu Dadi Presiden
Di Pekso Mudun Parlemen
Jarene Kasus Ngono
Jarene Kasus Ngene
Nanging Ora Ono Nyatane
Dadi musuh politik orde baru
Dadi Korban Ambisi Reformis Palsu
Reff:
Senajan Cacat Netramu
Nanging Ngerti Batinmu
Ndi Kucing
Ndi Asu
LSM opo Partai
Ormas Opo Mung RT
Sing Penting Tumidake
Kelingan Welinganmu Sing Prsodjo
Agomo Ngayomi Jaga Royo
Sak Lungamu Akeh Sing Rumongso kelangan
Pendekar Rakyat Sing Lilo dadi korban
Di jegal kono kene sebab belani rakyate
Sing Di Anggap Ora penting lan tansah di singkirake
Arti Puisi Dalam Bahasa Indonesia :
Belum Ada dua tahun kamu jadi presiden
Kau di paksa turun dari parlemen
Katanya kasus getu
Katanya kasus gini
Namun tak ada bukti
Jadi musuh politik orde baru
Jadi korban reformis palsu
Reff:
Walau Cacat Pengelihatanmu
Namun batinmu tahu
Mana kucing
Mana Anjing
Lsm Atau Partai
Ormas Atau RT
Yang penting tindakanya
Ingat ucapanmu yang persaja
Agama itu melindungi jagat raya
Sepeninggalmu banyak yang merasa kehilangan
Pendekar rakyat yang rela jadi korban
Di jegal sana sini sebab membela rakyatnya
Yang selalu di anggap tidak penting dan selalu di singkirkan.
Sunday, February 3, 2013
Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat
Puisi Cinta Dan Pujian Untuk Sahabat - puisi ini adalah puisi pujian dan sanjungan untuk sahabat, sebelum baca puisi ini ada baiknya kita memahami persahabatan dan mengerti arti sebuah pujian dan pengakuan dari seorang sahabat, kalimat seperti ini mungkin mudah di dapat namun untuk menyampaikanya tentu perlu keyakinan yang kuat , apakah orang tersebut pantas atau tidak menerima puisi seperti yang bisa kamu baca di bawah ini
Kau adalah sinar matahari di hari Ku,
Kau adalah bulan Ku melihat jauh.
Kau adalah pohon Ku bersandar ,
Kau adalah orang yang membuat masalah ku hilang.
Kau adalah orang yang peduli pada Ku,
Kau adalah mata yang membantu Ku melihat .
Kau adalah orang terbaik yang aku kenal ,
Ku diberkati Allah Langit.
Kau adalah temanku, hatiku, dan jiwaku
Kau adalah teman terbesar Ku tahu.
Kau adalah kata-kata dalam lagu Ku,
Perhatian : puisi ini memiliki bahasa mendalam , jangan sampai di sampaikan ke orang yang salah , takutnya dia GR berlebihan , dampakanya maksud hati ingin mempererat hubungan malah jadi malapetaka karena sumber kesombongan .
![]() |
Puisi Persahabatan |
Kau adalah sinar matahari di hari Ku,
Kau adalah bulan Ku melihat jauh.
Kau adalah pohon Ku bersandar ,
Kau adalah orang yang membuat masalah ku hilang.
Kau adalah orang yang mengajari Ku hidup,
Bagaimana tidak, untuk melawan, dan apa yang benar.
Kau adalah kata-kata dalam lagu Ku,
Kau adalah cinta Ku, hidup Ku, ibu Ku.
Kau adalah orang yang peduli pada Ku,
Kau adalah mata yang membantu Ku melihat .
Kau adalah orang terbaik yang aku kenal ,
Ketika saatnya untuk bersenang-senang dan waktu untuk beristirahat.
Kau adalah orang yang telah membantu Ku untuk bermimpi,
Kau mendengar hati Ku dan Kau mendengar teriakanku.
Takut hidup tapi mencari cinta,
Ku diberkati Allah Langit.
Kau adalah temanku, hatiku, dan jiwaku
Kau adalah teman terbesar Ku tahu.
Kau adalah kata-kata dalam lagu Ku,
Perhatian : puisi ini memiliki bahasa mendalam , jangan sampai di sampaikan ke orang yang salah , takutnya dia GR berlebihan , dampakanya maksud hati ingin mempererat hubungan malah jadi malapetaka karena sumber kesombongan .
Subscribe to:
Posts (Atom)